Mau jadi syiah, bingung dulu... Udah jadi syiah, tambah bingung... Piye to yaaa...????????????????
Tampilkan postingan dengan label syiah imamiyyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syiah imamiyyah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Oktober 2012
Yaa Husein
Seorang muslim yang mengimani Alloh azza wa jalla tentu sangat ingin diakui sebagai hamba Alloh yang diridhoi-Nya. Mereka berusaha mendekatkan diri kepada Alloh dengan ketaatan kepadanya, berdoa, beribadah, berkurban dan berbagai jenis ibadah yang lain. Disaat mereka menyeru, memohon dan mengharap, mereka menyeru Alloh dan mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Nya. Senantiasa mereka menyeru... Yaa Allooh... Yaa Rohmaan.. Yaa Rohiim... Yaa Lathiif dan berbagai seruan dengan menyebut nama atau sifat Alloh azza wa jalla.
Akan tetapi ketika kita perhatikan agama yang satu ini (Syiah Rofidhah) yang mengaku-aku sebagai bagian dari Islam. Mereka kalau menyeru Yaa Huseiin.... Yaa al-Husein apalagi di hari Asyuro mereka menyeru dengan seruan ini seraya memukul-mukul badannya dengan tangan atau benda tajam lain hingga berdarah-berdarah.
Yang bikin bingung.....
Mengapa mereka menyeru Yaa Husein..... tidak menyeru Yaa Allooh...?
Apakah menurut keyakinan mereka Al-Husein -semoga Alloh meridainya- lebih mendengar daripada Alloh???
Ataukah mereka berkeyakinan kalau Al-Husein -radhiyallohu 'anhu- lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka daripada Allooh????
Bingung too...!???
Selasa, 04 Januari 2011
Syiah Imamiyyah mengucilkan Imam al-Hasan.
Kebingungan keduapuluh lima...
Kita ketahui Imam al-Hasan -semoga Alloh meridhainya- adalah putra Imam Ali, ibu beliau adalah Fathimah az-Zahra -semoga Alloh meridhai mereka-. Imam al-Hasan juga termasuk Ahlul Kisa sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, beliau juga termasuk Imam yang ma'shum. Keadaannya sama seperti keadaan saudaranya (al-Husain yang lebih muda satu tahun -semoga Alloh meridhainya-).
Tetapi mengapa, imamah terputus dari keturunan al-Hasan???
Akan tetapi keturunan al-Husain yang melanjutkan keimamahan???
Padahal kedua orangtuanya sama, keduanya adalah sayyid (pemimpin pemuda ahlul jannah), bahkan al-Hasan lebih utama, karena dilahirkan lebih dahulu dari al-Husain.
Mengapa???
Bingung...???
Lihat juga ini
Kita ketahui Imam al-Hasan -semoga Alloh meridhainya- adalah putra Imam Ali, ibu beliau adalah Fathimah az-Zahra -semoga Alloh meridhai mereka-. Imam al-Hasan juga termasuk Ahlul Kisa sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, beliau juga termasuk Imam yang ma'shum. Keadaannya sama seperti keadaan saudaranya (al-Husain yang lebih muda satu tahun -semoga Alloh meridhainya-).
Tetapi mengapa, imamah terputus dari keturunan al-Hasan???
Akan tetapi keturunan al-Husain yang melanjutkan keimamahan???
Padahal kedua orangtuanya sama, keduanya adalah sayyid (pemimpin pemuda ahlul jannah), bahkan al-Hasan lebih utama, karena dilahirkan lebih dahulu dari al-Husain.
Mengapa???
Bingung...???
Lihat juga ini
Senin, 03 Januari 2011
Imam al-Hasan yang ma'shum membantu orang kafir???
Kebingungan keduapuluh empat...
Syiah Imamiyyah meyakini Muawiyah -semoga Alloh meridhainya- telah kafir.
Kemudian kita tahu bahwa al-Hasan (Imam Ma'shum kedua setelah Imam Ali) menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah, hal ini tentu saja menyelisihi kema'shuman beliau.
Jadi, Imam al-Hasan tidak ma'shum atau Muawiyah seorang muslim yag diridhoi oleh Imam al-Hasan???
Bingung ????
Syiah Imamiyyah meyakini Muawiyah -semoga Alloh meridhainya- telah kafir.
Kemudian kita tahu bahwa al-Hasan (Imam Ma'shum kedua setelah Imam Ali) menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah, hal ini tentu saja menyelisihi kema'shuman beliau.
Jadi, Imam al-Hasan tidak ma'shum atau Muawiyah seorang muslim yag diridhoi oleh Imam al-Hasan???
Bingung ????
Minggu, 02 Januari 2011
Alloh Ta'ala Menolong dan Merahmati Pemimpin Kafir???
Kebingungan keduapuluh tiga...
Syiah Imamiyyah meyakini Khulafaur Rasyidiin adalah orang-orang kafir, dzalim fasiq (selain Ali bin Abi Thalib).
Akan tetapi mengapa Alloh ta'ala membela, membantu, menolong serta merahmati kepemimpinan mereka? Sehingga mereka mampu (dengan pertolongan Alloh) memperluas wilayah negeri Islam, Islam memiliki wibawa dan kemuliaan, disegani orang-orang disekitarnya. Hingga belum pernah terjadi masa keemasan sebagaimana masa mereka.
Apakah ini sesuai dengan sunnatulloh dengan terhinakannya orang-orang kafir dan munafik?
Sebaliknya, kita lihat pada masa Imam-imam ma'shum (sebagaimana keyakinan Syiah Imamiyyah), ummat terpecah belah dan saling bunuh satu sama lain, hingga musuh-musuh Islam berkeinginan untuk menguasai Islam dan muslimin, rahmat apa yang diperoleh oleh para imam ma'shum???
Kok...???
Bingung??? ya???
Syiah Imamiyyah meyakini Khulafaur Rasyidiin adalah orang-orang kafir, dzalim fasiq (selain Ali bin Abi Thalib).
Akan tetapi mengapa Alloh ta'ala membela, membantu, menolong serta merahmati kepemimpinan mereka? Sehingga mereka mampu (dengan pertolongan Alloh) memperluas wilayah negeri Islam, Islam memiliki wibawa dan kemuliaan, disegani orang-orang disekitarnya. Hingga belum pernah terjadi masa keemasan sebagaimana masa mereka.
Apakah ini sesuai dengan sunnatulloh dengan terhinakannya orang-orang kafir dan munafik?
Sebaliknya, kita lihat pada masa Imam-imam ma'shum (sebagaimana keyakinan Syiah Imamiyyah), ummat terpecah belah dan saling bunuh satu sama lain, hingga musuh-musuh Islam berkeinginan untuk menguasai Islam dan muslimin, rahmat apa yang diperoleh oleh para imam ma'shum???
Kok...???
Bingung??? ya???
Syiah Imamiyyah menempatkan Imamnya pada posisi yang sulit!!
Kebingungan keduapuluh satu...
Jika Imam Ali bin Abi Thalib -semoga Alloh meridhainya- mengetahui bahwa ia dijadikan Imam ataupun Khalifah oleh Alloh ta'ala, mengapa dia malah berbaiat kepada Abu Bakr, kemudian Umar, lalu Utsman?? -semoga Alloh meridhai mereka-
Jika Syiah Imamiyyah beralasan: "Pada saat itu Imam Ali lemah"
Jawab: "Ah yang bener?? Orang lemahkan tidak pantas jadi imam, imam hanya untuk orang yang mampu menanggung bebannya!"
Jika Syiah Imamiyyah berkata: "Imam Ali mampu tapi tidak melakukannya."
Jawab: "Ga mungkin deh, itukan sama saja khiyanat, pengkhianat tidak pantas jadi Imam!!"
Kalau gitu kenapa dong Imam Ali kok ga berbuat sesuatu sih???
Apalagi kalau Syiah Imamiyyah mengatakan kalau Imam Ali bertaqiyyah, ga mungkin banget deh... dalam masalah yang telah Alloh tetapkan untuknya kok malah bertaqiyyah (menyembunyikan hakekat, menampakkan sebaliknya)???
Kalau gitu kesimpulannya???
Bingung lagi???
Jumat, 31 Desember 2010
Menyekutukan Alloh dalam nama mereka.
Kebingungan keduapuluh...
Penghambaan hanyalah ditujukan kepada Alloh ta'ala semata, sebagaimana firman Alloh dalam surat Az-Zumar ayat 66:
"Karena itu, maka hendaklah Alloh saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur."
Akan tetapi banyak sekali orang Syiah Imamiyyah yang menghambakan namanya untuk selain Alloh, bukan hanya orang awamnya, ulamanya juga sama.
Diantaranya nama: Abdul Husain, Abdu Ali, Abduz Zahra, Abdul Imam, Abdun Nabi dan lain sebagainya.
Dan kita tidak menemukan Imam-Imam mereka yang dua belas memberi nama anak-anaknya dengan nama demikian.
Apakah tepat kalau diselewengkan maknanya menjadi pembantu???
Bagaimana bisa menjadi pembantu orang yang telah wafat dan telah dikuburkan??? Apakah mereka menyiapkan makan minum bagi orang yang telah dikubur???
Jelas ini menyelisihi tauhid ubudiyyah yang sangat besar dosanya...!!!
Tapi Ulama mereka ada yang bernama Abdul Husain Musawi, pengarang buku yang menghujat Abu Hurairah -semoga Alloh meridhai Abu Hurairah-
Bingung dull...???
Penghambaan hanyalah ditujukan kepada Alloh ta'ala semata, sebagaimana firman Alloh dalam surat Az-Zumar ayat 66:
"Karena itu, maka hendaklah Alloh saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur."
Akan tetapi banyak sekali orang Syiah Imamiyyah yang menghambakan namanya untuk selain Alloh, bukan hanya orang awamnya, ulamanya juga sama.
Diantaranya nama: Abdul Husain, Abdu Ali, Abduz Zahra, Abdul Imam, Abdun Nabi dan lain sebagainya.
Dan kita tidak menemukan Imam-Imam mereka yang dua belas memberi nama anak-anaknya dengan nama demikian.
Apakah tepat kalau diselewengkan maknanya menjadi pembantu???
Bagaimana bisa menjadi pembantu orang yang telah wafat dan telah dikuburkan??? Apakah mereka menyiapkan makan minum bagi orang yang telah dikubur???
Jelas ini menyelisihi tauhid ubudiyyah yang sangat besar dosanya...!!!
Tapi Ulama mereka ada yang bernama Abdul Husain Musawi, pengarang buku yang menghujat Abu Hurairah -semoga Alloh meridhai Abu Hurairah-
Bingung dull...???
Ghadir Khum???
Kebingungan kesembilan belas...
Kisah Ghadir Khum memang terjadi, yang intinya adalah mengingatkan kepada ummat ini agar mencintai Ali bin Abi Thalib dan melindunginya.
Akan tetapi Syiah Imamiyyah memahaminya dengan pemahaman yang jauh berbeda, mereka menyatakan bahwa kisah Ghadir Khum adalah washiyat Nabi kepada ribuan shahabatnya (yang bersama beliau pulang dari haji wada' kemudian berhenti di daerah yang namanya Ghadir Khum) untuk menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai wali/imam pengganti setelah Rasululloh wafat.
Ada kejanggalan, apabila memang terjadi sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, mengapa Ali bin Abi Thalib tidak menuntut kepada Abu Bakr? Begitu juga ribuan orang yang menghadiri Ghadir Khum tidak ada yang marah atau mengingatkan kepada Abu Bakr.
Bahkan sebagian shahabat yang tidak dikafirkan Syiah Imamiyyah juga tidak menuntut, seperti Ammar bin Yaasir atau al-Miqdaad bin 'Amr atau Salman al-Faarisi -semoga Alloh meridhai mereka-
Apakah karena mereka takut kepada Abu Bakr??? padahal Abu bakr berasal dari Bani Taim, kabilah yang lemah dan sedikit jumlahnya.
Ataukah karena memang kejadian Ghadir Khum tidak sebagaimana yang dipahami Syiah Imamiyyah???
Bukankah Imam Ali bin Abi Thalib orang yang kuat, pemberani, berasal dari Bani Hasyim, kabilah yang terhormat lagi kuat????
Lihat foto ghadir khum di sini
Bingung bosss???
Kisah Ghadir Khum memang terjadi, yang intinya adalah mengingatkan kepada ummat ini agar mencintai Ali bin Abi Thalib dan melindunginya.
Akan tetapi Syiah Imamiyyah memahaminya dengan pemahaman yang jauh berbeda, mereka menyatakan bahwa kisah Ghadir Khum adalah washiyat Nabi kepada ribuan shahabatnya (yang bersama beliau pulang dari haji wada' kemudian berhenti di daerah yang namanya Ghadir Khum) untuk menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai wali/imam pengganti setelah Rasululloh wafat.
Ada kejanggalan, apabila memang terjadi sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, mengapa Ali bin Abi Thalib tidak menuntut kepada Abu Bakr? Begitu juga ribuan orang yang menghadiri Ghadir Khum tidak ada yang marah atau mengingatkan kepada Abu Bakr.
Bahkan sebagian shahabat yang tidak dikafirkan Syiah Imamiyyah juga tidak menuntut, seperti Ammar bin Yaasir atau al-Miqdaad bin 'Amr atau Salman al-Faarisi -semoga Alloh meridhai mereka-
Apakah karena mereka takut kepada Abu Bakr??? padahal Abu bakr berasal dari Bani Taim, kabilah yang lemah dan sedikit jumlahnya.
Ataukah karena memang kejadian Ghadir Khum tidak sebagaimana yang dipahami Syiah Imamiyyah???
Bukankah Imam Ali bin Abi Thalib orang yang kuat, pemberani, berasal dari Bani Hasyim, kabilah yang terhormat lagi kuat????
Lihat foto ghadir khum di sini
Bingung bosss???
Subhaanallooh !!! Ulama Syiah Imamiyyah kok biasa meniru Fir'aun???
Kebingungan kedelapan belas...
Kalau kita ditanya pak guru, "Anak-anak, pakaian warna apa yang biasa dipakai ulama Syiah Imamiyyah Iraniyyah?"
Niscaya kita menjawab secara aklamasi, "warna hitaaam.. pak guruuu!!!"
Iya kan? warna hitam adalah warna identik pakaian, jubah dan udeng alias ikat kepala yang besar orang-orang Syiah Imamiyyah, bahkan ulamanya juga sangat suka memakainya.
Apalagi ketika perayaan Asyura tanggal 10 Muharram, lebih banyak lagi yang berpakaian hitam.
Siapakah yang menganjurkannya???
Apakah Ahlul Bayt yang mencontohkannya???
Ataukah imam mereka yang mewajibkannya???
Atau siapa???
Kalau inyong kasih tahu satu hadits dari imam mereka, sampeyan jangan kaget plus gumun atau bingung ya...!!?
Abu Ja'far Muhammad bin Bawaih al-Qummi menukil dalam kitab Man Laa Yahdhuuruhu al-Faqiih: halaman 51, bahwa Amirul Mu'minin (Imam Ali bin Abi Thalib -semoga Alloh meridhainya-) berkata, sebagaimana yang diketahui oleh para shahabatnya:
Laa talbasuu sawaadan, fainnahu libaasu Fir'auna.
"Janganlah kalian berpakaian hitam, maka sesungguhnya itu adalah pakaian Fir'aun"!!!
Haaa..h..!!! Masa...???
Apakah ulama Syiah Imamiyyah ga baca hadits ini???
Ataukah mereka mengikuti selain Imam mereka????
Apakah mereka meninggalkan ajaran Ahlul Bayt Nabi???
Kok jadi bingung gini yaaa...!!!
Bingung lagi kaan???
Kalau kita ditanya pak guru, "Anak-anak, pakaian warna apa yang biasa dipakai ulama Syiah Imamiyyah Iraniyyah?"
Niscaya kita menjawab secara aklamasi, "warna hitaaam.. pak guruuu!!!"
Iya kan? warna hitam adalah warna identik pakaian, jubah dan udeng alias ikat kepala yang besar orang-orang Syiah Imamiyyah, bahkan ulamanya juga sangat suka memakainya.
Apalagi ketika perayaan Asyura tanggal 10 Muharram, lebih banyak lagi yang berpakaian hitam.
Siapakah yang menganjurkannya???
Apakah Ahlul Bayt yang mencontohkannya???
Ataukah imam mereka yang mewajibkannya???
Atau siapa???
Kalau inyong kasih tahu satu hadits dari imam mereka, sampeyan jangan kaget plus gumun atau bingung ya...!!?
Abu Ja'far Muhammad bin Bawaih al-Qummi menukil dalam kitab Man Laa Yahdhuuruhu al-Faqiih: halaman 51, bahwa Amirul Mu'minin (Imam Ali bin Abi Thalib -semoga Alloh meridhainya-) berkata, sebagaimana yang diketahui oleh para shahabatnya:
Laa talbasuu sawaadan, fainnahu libaasu Fir'auna.
"Janganlah kalian berpakaian hitam, maka sesungguhnya itu adalah pakaian Fir'aun"!!!
Haaa..h..!!! Masa...???
Apakah ulama Syiah Imamiyyah ga baca hadits ini???
Ataukah mereka mengikuti selain Imam mereka????
Apakah mereka meninggalkan ajaran Ahlul Bayt Nabi???
Kok jadi bingung gini yaaa...!!!
Bingung lagi kaan???
Imam Ali dan Imam al-Husain melarang perayaan Asyura!!!
Kebingungan ketujuh belas...
Sudah bukan rahasia lagi, pengikut Syiah Imamiyyah merayakan Asyura (terbunuhnya Imam al-Husain asy-Syahiid) pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya.
Diantara bentuk perayaan itu adalah dengan menyakiti badan, dengan benda tajam, atau dengan memukul pipi, memukul dada dan ada juga yang dengan berjalan diatas bara.
Yang bikin gumun bin heran, ternyata Imam Ali dan Imam al-Husain (yang dirayakan kesyahidannya) melarang hal itu. Masa... ??? Ga percaya...???
Kita lihat dalam Nahjul Balaghah, Imam Ali berkata:
"Barangsiapa memukulkan tangannya ke pahanya ketika tertimpa musibah, maka sungguh terhapus amalnya"
Dalam kitab Muntahal Amaal berbahasa Persia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab, al-Husain berkata kepada saudarinya, Zainab di Karbala:
"Wahai saudariku, bersumpahlah atas nama Alloh hendaknya engkau jaga sumpah ini, jika aku terbunuh, maka janganlah engkau merobek kerah bajumu, jangan mencakar wajahmu dengan kuku, janganlah engkau menyeru kebinasaan dan kehancura atas syahidnya diriku."
Tapi syiah hari ini...???
Bahkan di Indonesia sudah mulai melanggar larangan Imam mereka yang lebih utama untuk diikuti... dengan memukul-mukul dada... sambil membaca syair-syair tentang al-Husain asy-Syahiid!!!
Ajaran siapa yang mereka ikuti??? Apakah mereka mengikuti ajaran Ahlul Bayt???
Bingung inyong, priben kiye laah...!!!
Sudah bukan rahasia lagi, pengikut Syiah Imamiyyah merayakan Asyura (terbunuhnya Imam al-Husain asy-Syahiid) pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya.
Diantara bentuk perayaan itu adalah dengan menyakiti badan, dengan benda tajam, atau dengan memukul pipi, memukul dada dan ada juga yang dengan berjalan diatas bara.
Yang bikin gumun bin heran, ternyata Imam Ali dan Imam al-Husain (yang dirayakan kesyahidannya) melarang hal itu. Masa... ??? Ga percaya...???
Kita lihat dalam Nahjul Balaghah, Imam Ali berkata:
"Barangsiapa memukulkan tangannya ke pahanya ketika tertimpa musibah, maka sungguh terhapus amalnya"
Dalam kitab Muntahal Amaal berbahasa Persia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab, al-Husain berkata kepada saudarinya, Zainab di Karbala:
"Wahai saudariku, bersumpahlah atas nama Alloh hendaknya engkau jaga sumpah ini, jika aku terbunuh, maka janganlah engkau merobek kerah bajumu, jangan mencakar wajahmu dengan kuku, janganlah engkau menyeru kebinasaan dan kehancura atas syahidnya diriku."
Tapi syiah hari ini...???
Bahkan di Indonesia sudah mulai melanggar larangan Imam mereka yang lebih utama untuk diikuti... dengan memukul-mukul dada... sambil membaca syair-syair tentang al-Husain asy-Syahiid!!!
Ajaran siapa yang mereka ikuti??? Apakah mereka mengikuti ajaran Ahlul Bayt???
Bingung inyong, priben kiye laah...!!!
Banyak perawi hadits mereka bernama Umar??? Yang bener aja!!
Kebingungan keenambelas...
Pengikut Syiah Imamiyyah sangat anti memberi nama anaknya dengan nama para shahabat Nabi, terutama dua khalifah terdahulu (Abu Bakr dan Umar). Karena Syiah Imamiyyah meyakini mereka telah kafir, murtad, dzhalim dan lainnya.
Akan tetapi...sedulur kabeh... ternyata nama-nama perawi mereka di kitab paling shahih menurut mereka yaitu kitab Al-Kaafi karya al-Kulaini banyak yang bernama Umar atau bin Umar. Bukankah perawi hadits adalah orang yang terpercaya lagi shalih menurut ulama haditsnya???
Kita lihat pada juz pertama dalam kitab al-Kaafi terdapat nama-nama perawi hadits dari Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa aalihi wasallam- juga yang meriwayatkan dari Ahlul Bayt, diantara nama-nama tersebut adalah:
Mufadh-dhal bin Umar, Ahmad bin Umar al-Halabiy, Umar bin Abaan, Umar bin Udzainah, Umar bin Abdil Aziiz, Ibrahim bin Umar, Umar bin Handzholah, Musa bin Umar, al-Abbas bin Umar
Seluruhnya bernama Umar atau nama ayahnya adalah Umar.
Bagaimana ini...??? Bingung ???
Pengikut Syiah Imamiyyah sangat anti memberi nama anaknya dengan nama para shahabat Nabi, terutama dua khalifah terdahulu (Abu Bakr dan Umar). Karena Syiah Imamiyyah meyakini mereka telah kafir, murtad, dzhalim dan lainnya.
Akan tetapi...sedulur kabeh... ternyata nama-nama perawi mereka di kitab paling shahih menurut mereka yaitu kitab Al-Kaafi karya al-Kulaini banyak yang bernama Umar atau bin Umar. Bukankah perawi hadits adalah orang yang terpercaya lagi shalih menurut ulama haditsnya???
Kita lihat pada juz pertama dalam kitab al-Kaafi terdapat nama-nama perawi hadits dari Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa aalihi wasallam- juga yang meriwayatkan dari Ahlul Bayt, diantara nama-nama tersebut adalah:
Mufadh-dhal bin Umar, Ahmad bin Umar al-Halabiy, Umar bin Abaan, Umar bin Udzainah, Umar bin Abdil Aziiz, Ibrahim bin Umar, Umar bin Handzholah, Musa bin Umar, al-Abbas bin Umar
Seluruhnya bernama Umar atau nama ayahnya adalah Umar.
Bagaimana ini...??? Bingung ???
Syiah Imamiyyah memiliki kitab suci lain...!!
![]() |
| Kitab AL-Kafi karya Al-Kulaini |
Kebingungan kelimabelas...
Al-Kulaini menyebutkan dalam Al-Kaafi hadits dari Abi Abdillah Ja'far ash-Shaadiq (Imam keenam), bahwa beliau berkata: "Sesungguhnya kami memiliki mush-haf Fathimah" kemudian beliau melanjutkan, "Mush-haf yang setara dengan tiga kali mush-haf kalian ini, demi Alloh tidak ada satu hurufpun yang ada dari mush-haf kalian itu (ada dalam mush-haf Fathimah)"
Apakah Rasululloh -shallallohu 'alaihi wa aalihi wa sallam- mengetahui keberadaan mush-haf Fathimah?
Kok cuma Ahlul Bayt aja yang tahu ya???
Kalau begitu risalah Nabi belum sempurna??? Padahal Alloh berfirman dalam surat al-Maaidah ayat 3 tentang kesempurnaan agama islam ini.
Bingung lagi... ???
Para Imam Syiah mati bunuh diri???
Kebingungan ketigabelas...
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)
Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.
Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???
Bingung too..??
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)
Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.
Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???
Bingung too..??
Kamis, 30 Desember 2010
Lho.. kok??? Imam Ali menolak ketetapan dari Alloh ta'ala???
Kebingungan kesepuluh...
Menurut Syiah Imamiyyah, Imamah (penunjukan Imam) adalah dari sisi Alloh ta'ala sebagaimana pernah saya baca dalam kitab rujukan mereka menyatakan: "al-Imaamatu manshibun Ilahiyyun" Imamah adalah ketetapan dari sisi Alloh.
Akan tetapi dalam kitab rujukan mereka yang lain, yang merupakan kitab rujukan yang diakui oleh mereka yaitu kitab Nahjul Balaghah, menyebutkan bahwa Imam Ali menolak imamah, piye too???
Imam Ali berkata ketika akan diangkat menjadi khalifah/imam: "Da'uuniy wal tamisuu ghairiy" (Tinggalkan aku, dan carilah selainku)
Padahal kan udah ditunjuk, kok ga mau ya???
Padahal udah ketetapan Ilahiy, kok nolak ya???
Kok malah menyetujui kekhalifahan Abu Bakr, Umar, Utsman -semoga Alloh meridhai mereka semua- ya???
Menolak perintah Alloh ta'ala, tetapi malah menyetujui dan membantu kekufuran, kedzaliman, kefasikan???
Kayaknya ga mungkin deh Imam Ali seperti itu, tapi di kitab rujukan mereka ada... bingung lagi.. bingung lagi dah... ?????
Menurut Syiah Imamiyyah, Imamah (penunjukan Imam) adalah dari sisi Alloh ta'ala sebagaimana pernah saya baca dalam kitab rujukan mereka menyatakan: "al-Imaamatu manshibun Ilahiyyun" Imamah adalah ketetapan dari sisi Alloh.
Akan tetapi dalam kitab rujukan mereka yang lain, yang merupakan kitab rujukan yang diakui oleh mereka yaitu kitab Nahjul Balaghah, menyebutkan bahwa Imam Ali menolak imamah, piye too???
Imam Ali berkata ketika akan diangkat menjadi khalifah/imam: "Da'uuniy wal tamisuu ghairiy" (Tinggalkan aku, dan carilah selainku)
Padahal kan udah ditunjuk, kok ga mau ya???
Padahal udah ketetapan Ilahiy, kok nolak ya???
Kok malah menyetujui kekhalifahan Abu Bakr, Umar, Utsman -semoga Alloh meridhai mereka semua- ya???
Menolak perintah Alloh ta'ala, tetapi malah menyetujui dan membantu kekufuran, kedzaliman, kefasikan???
Kayaknya ga mungkin deh Imam Ali seperti itu, tapi di kitab rujukan mereka ada... bingung lagi.. bingung lagi dah... ?????
Imam Ali al-Murtadha tidak sayang anak? Masa sih???
Kebingungan kesembilan...
Setelah Fathimah az-Zahra wafat -semoga Alloh meridhainya-, Imam Ali bin Abi Thalib menikah lagi dengan sejumlah muslimah serta melahirkan putra-putri yang menjadi buah hati, belahan jiwa, penerus generasi. Diantaranya adalah:
1. Ummul Banin bintu Hizam bin Daarim, melahirkan: Abbas, Abdulloh, Ja'far, Utsman.
2. Laila bintu Mas'ud ad-Darimiyyah, melahirkan: Ubaidillah dan Abu Bakr.
3. Asma bintu 'Umais, melahirkan: Yahya, Muhammad al-Ashghar, 'Aun.
4. Ummu Habib bintu Rabi'ah, melahirkan: Ruqayyah, Umar.
5. Ummu Mas'ud bintu 'Aurah bin Mas'ud ats-Tsaqafi, melahirkan: Ummul Hasan dan Ramlah al-Kubro
Coba kamu perhatikan, diantara nama putra-putri Imam Ali bin Abi Thalib ada nama khalifah pendahulu, yang diklaim oleh Syiah Imamiyyah sebagai musuh utama Imam Ali bin Abi Thalib, kafir, murtad,dzalim, fasiq dan sebagainya. Ada nama Utsman bin Ali bin Abi Thalib, Abu Bakr bin Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Ali bin Abi Thalib.
Apakah ada seorang ayah yang ridha anaknya bernama seperti musuh bebuyutannya?
Adakah seorang ayah ridha memberi nama anaknya dengan nama orang kafir?
Adakah seorang ayah ridha memberi nama buah hati belahan jiwanya yang paling dicintainya dengan nama Fir'aun atau Setan atau Iblis misalnya???
Tentu seorang ayah akan memberi nama anaknya dengan nama orang yang diidolakannya, dihormatinya, dan diharapkan akan menjadi teladan bagi anaknya kelak.
Tahukah kamu, kalau Imam Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama dari Bani Hasyim yang memberi nama putranya dengan nama Abu Bakr, Umar dan Utsman??
Begitu juga dengan keturunan Imam Ali bin Abi Thalib, al-Hasan dan al-Husain juga memberi nama putra mereka dengan nama shahabat Nabi, diataranya:
Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib memberi nama putra beliau dengan nama: Abu Bakr, Abdurrahman, Thalhah dan Ubaidillah
Kemudian Musa al-Kadzim putra Imam Ja'far ash-Shadiq memberi nama putrinya dengan nama Aisyah.
Putra Ali bin Abi ada dua yang bernama Umar: Pertama Umar al-Akbar terbunuh bersama saudaranya, al-Husain di Thuf (karbala). Kedua Umar al-Ashghar yang wafat pada umur 35 tahun.
Diantara Ahlul Bayt yang memberi nama anaknya dengan nama Abu Bakr adalah:
1. Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
3. Ali Zainal Abidin putra Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
4. Musa al-Kadzhim putra Ja'far ash-Shaadiq
5. Al-Husain bin Zaid bin Ali
6. Ishaq bin al-Hasan bin Ali bin al-Hasan
7. Al-Hasan bin Ali bin al-Hasan bin al-Husain bin al-Hasan
Dan selain mereka banyak lagi.
Dan diantara Ahlul Bayt yang memberi nama putrinya dengan nama Aisyah adalah:
1. Musa al-Kadzhim bin Ja'far ash-Shaadiq
2. Ali al-Hadi
Kalau begini, apakah mungkin ada permusuhan yang terjadi atara Ahlul Bayt dengan para shahabat Nabi??
Apakah mungkin Imam Ali bin Abi Thalib membenci Abu Bakr, Umar, Utsman???
Apakah mungkin Imam Ali bin Abi Thalib mengkafirkan Abu Bakr, Umar, Utsman???
Kalau benar, kok nama anaknya....??? Nama cucu-cucunya ....???? Bingung kan????
Setelah Fathimah az-Zahra wafat -semoga Alloh meridhainya-, Imam Ali bin Abi Thalib menikah lagi dengan sejumlah muslimah serta melahirkan putra-putri yang menjadi buah hati, belahan jiwa, penerus generasi. Diantaranya adalah:
1. Ummul Banin bintu Hizam bin Daarim, melahirkan: Abbas, Abdulloh, Ja'far, Utsman.
2. Laila bintu Mas'ud ad-Darimiyyah, melahirkan: Ubaidillah dan Abu Bakr.
3. Asma bintu 'Umais, melahirkan: Yahya, Muhammad al-Ashghar, 'Aun.
4. Ummu Habib bintu Rabi'ah, melahirkan: Ruqayyah, Umar.
5. Ummu Mas'ud bintu 'Aurah bin Mas'ud ats-Tsaqafi, melahirkan: Ummul Hasan dan Ramlah al-Kubro
Coba kamu perhatikan, diantara nama putra-putri Imam Ali bin Abi Thalib ada nama khalifah pendahulu, yang diklaim oleh Syiah Imamiyyah sebagai musuh utama Imam Ali bin Abi Thalib, kafir, murtad,dzalim, fasiq dan sebagainya. Ada nama Utsman bin Ali bin Abi Thalib, Abu Bakr bin Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Ali bin Abi Thalib.
Apakah ada seorang ayah yang ridha anaknya bernama seperti musuh bebuyutannya?
Adakah seorang ayah ridha memberi nama anaknya dengan nama orang kafir?
Adakah seorang ayah ridha memberi nama buah hati belahan jiwanya yang paling dicintainya dengan nama Fir'aun atau Setan atau Iblis misalnya???
Tentu seorang ayah akan memberi nama anaknya dengan nama orang yang diidolakannya, dihormatinya, dan diharapkan akan menjadi teladan bagi anaknya kelak.
Tahukah kamu, kalau Imam Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama dari Bani Hasyim yang memberi nama putranya dengan nama Abu Bakr, Umar dan Utsman??
Begitu juga dengan keturunan Imam Ali bin Abi Thalib, al-Hasan dan al-Husain juga memberi nama putra mereka dengan nama shahabat Nabi, diataranya:
Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib memberi nama putra beliau dengan nama: Abu Bakr, Abdurrahman, Thalhah dan Ubaidillah
Kemudian Musa al-Kadzim putra Imam Ja'far ash-Shadiq memberi nama putrinya dengan nama Aisyah.
Putra Ali bin Abi ada dua yang bernama Umar: Pertama Umar al-Akbar terbunuh bersama saudaranya, al-Husain di Thuf (karbala). Kedua Umar al-Ashghar yang wafat pada umur 35 tahun.
Diantara Ahlul Bayt yang memberi nama anaknya dengan nama Abu Bakr adalah:
1. Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
3. Ali Zainal Abidin putra Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
4. Musa al-Kadzhim putra Ja'far ash-Shaadiq
5. Al-Husain bin Zaid bin Ali
6. Ishaq bin al-Hasan bin Ali bin al-Hasan
7. Al-Hasan bin Ali bin al-Hasan bin al-Husain bin al-Hasan
Dan selain mereka banyak lagi.
Dan diantara Ahlul Bayt yang memberi nama putrinya dengan nama Aisyah adalah:
1. Musa al-Kadzhim bin Ja'far ash-Shaadiq
2. Ali al-Hadi
Kalau begini, apakah mungkin ada permusuhan yang terjadi atara Ahlul Bayt dengan para shahabat Nabi??
Apakah mungkin Imam Ali bin Abi Thalib membenci Abu Bakr, Umar, Utsman???
Apakah mungkin Imam Ali bin Abi Thalib mengkafirkan Abu Bakr, Umar, Utsman???
Kalau benar, kok nama anaknya....??? Nama cucu-cucunya ....???? Bingung kan????
Label:
abu bakr,
aisyah,
al-hasan,
al-husain,
ali al-hadi,
ali bin abi thalib,
bingung,
karbala,
musa al-kadzhim,
pembunuh umar,
permusuhan dengan ahlul bayt,
syiah imamiyyah,
Thuf
Imam Ali bin Abi Thalib kok membantu kedzaliman? Na'udzubillah!
Kebingungan kedelapan...
Syiah Imamiyyah meyakini bahwa Abu Bakr dan Umar bin al-Khatthab telah kafir, dzalim, fasiq dan berbagai keburukan lainnya karena merampas kekhalifahan dari Imam Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib (yang diklaim sebagai imam pertama syiah imamiyyah) berbaiat kepada keduanya, mengakui kekhalifahan keduanya, tidak memberontak kepada keduanya, taat kepada keduanya.
Kalau begitu, imam Ali bin Abi Thalib membantu mereka berdua dalam kedzaliman?? membantu mereka berdua dalam kekufuran?? membantu mereka berdua dalam kefasikan?? Padahal Imam Ali ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa).
Ataukah memang kedua khalifah terdahulu adalah orang yang benar, mu'min, shalih, amanah, sehingga Imam Ali bin Abi Thalib mengakui kekhalifahannya, berbaiat kepada keduanya, membantu keduanya???
Bahkan ketika Khalifah Umar bin al-Khatthab safar ke Syam untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis, beliau menunjuk Imam Ali bin Abi Thalib sebagai wakil di Madinah, menggantikan sementara posisi amirul mu'minin selama beberapa bulan. Mengapa Imam Ali bin Abi Thalib mau mewakili posisi orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah??? Berarti semakin jelas bantuan Imam Ali bin Abi Thalib kepada orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah!!!
Imam pertama dan utama berbuat seperti itu, bingung deh... bingung...
Ataukah karena kedua khalifah tersebut benar?? karena dibenarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kan???
Kalau begitu sebaiknya Syiah Imamiyyah (yang mengklaim pengikut ahlul bayt) ikut Imam Ali bin Abi Thalib aja, mengakui kekhalifahan mereka berdua... mau??? bingung ya..???
Syiah Imamiyyah meyakini bahwa Abu Bakr dan Umar bin al-Khatthab telah kafir, dzalim, fasiq dan berbagai keburukan lainnya karena merampas kekhalifahan dari Imam Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib (yang diklaim sebagai imam pertama syiah imamiyyah) berbaiat kepada keduanya, mengakui kekhalifahan keduanya, tidak memberontak kepada keduanya, taat kepada keduanya.
Kalau begitu, imam Ali bin Abi Thalib membantu mereka berdua dalam kedzaliman?? membantu mereka berdua dalam kekufuran?? membantu mereka berdua dalam kefasikan?? Padahal Imam Ali ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa).
Ataukah memang kedua khalifah terdahulu adalah orang yang benar, mu'min, shalih, amanah, sehingga Imam Ali bin Abi Thalib mengakui kekhalifahannya, berbaiat kepada keduanya, membantu keduanya???
Bahkan ketika Khalifah Umar bin al-Khatthab safar ke Syam untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis, beliau menunjuk Imam Ali bin Abi Thalib sebagai wakil di Madinah, menggantikan sementara posisi amirul mu'minin selama beberapa bulan. Mengapa Imam Ali bin Abi Thalib mau mewakili posisi orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah??? Berarti semakin jelas bantuan Imam Ali bin Abi Thalib kepada orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah!!!
Imam pertama dan utama berbuat seperti itu, bingung deh... bingung...
Ataukah karena kedua khalifah tersebut benar?? karena dibenarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kan???
Kalau begitu sebaiknya Syiah Imamiyyah (yang mengklaim pengikut ahlul bayt) ikut Imam Ali bin Abi Thalib aja, mengakui kekhalifahan mereka berdua... mau??? bingung ya..???
Langganan:
Postingan (Atom)











