Tampilkan postingan dengan label ummu kultsuum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ummu kultsuum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Desember 2010

Mereka saling menyambung kekerabatan, Syiah memutusnya..! Tega beneer...!!!

Kebingungan keduabelas...
Kita semua tahu, bahwa para shahabat Nabi saling menyambung kekerabatan dengan Ahlul Bayt Nabi, Nabi pun menyambungnya.  Dengan saling berbesan, menikahi dan menikahkan.
Nabi menikahi putri Abu Bakr, 'Aisyah.
Nabi menikahi putri Umar bin al-Khatthab, Hafshah
Nabi menikahkan kedua putri beliau (Ruqayyah dan Ummu Kulstuum) dengan Utsman bin Affan
Langkah beliau pun diikuti menantunya, Ali bin Abi Thalib menikahkan putrinya dengan Umar bin al-Khatthab.
Putra Utsman bin Affan menikah dengan cucu Ja'far bin Abi Thalib: Abaan bin Utsman menikah dengan Ummu Kultsuum putri Abdillah bin Ja'far bin Abi Thalib

Kemudian paling tidak ada tiga cucu Utsman bin Affan menikah dengan cucu Ali bin Abi Thalib, yaitu:
1. Marwan bin Abaan bin Utsman bin Affan menikah dengan Ummul Qaasim putri al-Hasan bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Zaid bin 'Amru bin Utsman menikah dengan Sukainah putri al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.
3. Abdulloh bin 'Amru bin Utsman bin Affan menikah dengan Fathimah (ash-Shughra) putri al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
Cukuplah perbesanan para khalifah sebagai bukti bahwa mereka saling mencintai.  Shahabat yang lain juga saling menjalin perbesanan dengan ahlul bayt Nabi.

Sebagaimana kita, mereka juga memilihkan pasangan hidup, suami atau istri bagi putra-putrinya dengan orang yang mereka percayai dan yakini keshalihannya.  Tidaklah mungkin kita menyerahkan putra-putri kita ke tangan musuh-musuh kita atau orang yang kafir, dzalim.  Tentu kita kan dituduh sebagai orang tua yang kejam dan dzalim jika melakukannya.

Tapi mengapa Syiah Imamiyyah menuduh bahwa para shahabat Nabi bermusuhan dengan Ahlul Bayt??
Menuduh Shahabat Nabi telah murtad???

Siapa yag lebih memahami para shahabat Nabi??? Ahlul Bayt (yang menikahkan putrinya dengan shahabat Nabi) ataukah Syiah Imamiyyah???

Semakin ragu saja saya dengan Syiah Imamiyyah!!
Ahlul Bayt menyambung kekerabatan dengan perbesanan, Syiah Imamiyyah memutuskan kekerabatan itu dengan tuduhan permusuhan dan kekafiran.... bingung aku...??? sampeyan bingung juga????

Menantu Imam Ali bin Abi Thalib dikafirkan?

Kebingungan ketujuh...
Syiah imamiyyah meyakini bahwa Imam Ali adalah orang yang ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa -sebagaimana anggapan mereka-) sebagaimana imam-imam mereka yang lain.
Mereka juga meyakini bahwa Umar bin al-Khatthab telah murtad, kafir, dzhalim dan seluruh celaan tertuju padanya.
Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib telah menikahkan puteri hasil pernikahannya dengan Fathimah az-Zahra yaitu Ummu Kultsuum (saudari kandung al-Hasan dan al-Husain) dengan Umar bin al-Khatthab.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentunya akan memilihkan jodoh yang terbaik untuk putrinya, seorang ayah yang baik tentu akan menyerahkan putrinya kepada orang yang shalih.
Karena putrinya adalah kehormatannya, tentu hanya akan diserahkan kepada orang yang terhormat dimatanya.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentu akan mempertahankan mati-matian kehormatannya, apalagi kehormatan putrinya.
Tentu kita tidak menghendaki putri kita diperistri Fir'aun, atau diperistri syaithan yang jelas-jelas kafir.  Walaupun dipaksa, tentu kita akan mengorbankan nyawa kita untuk mempertahankan kehormatan putri kita sendiri.
Kalau begitu jadi bingung dengan orang syiah (yang katanya cinta ahlul bayt, pengikut ahlul bayt) mengapa mereka mencela, mengkafirkan menantu Imam pertama mereka sendiri??
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan orang yang dipercaya untuk menjaga kehormatan Imamnya????
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan menantu pilihan imamnya sendiri????
Mengapa ?? Mengapa ?? Mengapa ???  Bingung lagi... bingung lagi...
SYI'AH MEMBINGUNGKAN | Mau Jadi Syi'ah Bingung dulu..., Udah Jadi Syi'ah Malah Tambah Bingung | website : www.syi'ahbingung.blogspot.com |