Minggu, 02 Januari 2011

Alloh Ta'ala Menolong dan Merahmati Pemimpin Kafir???

Kebingungan keduapuluh tiga...
Syiah Imamiyyah meyakini Khulafaur Rasyidiin adalah orang-orang kafir, dzalim fasiq (selain Ali bin Abi Thalib).
Akan tetapi mengapa Alloh ta'ala membela, membantu, menolong serta merahmati kepemimpinan mereka?  Sehingga mereka mampu (dengan pertolongan Alloh) memperluas wilayah negeri Islam, Islam memiliki wibawa dan kemuliaan, disegani orang-orang disekitarnya.  Hingga belum pernah terjadi masa keemasan sebagaimana masa mereka.
Apakah ini sesuai dengan sunnatulloh dengan terhinakannya orang-orang kafir dan munafik?

Sebaliknya, kita lihat pada masa Imam-imam ma'shum (sebagaimana keyakinan Syiah Imamiyyah), ummat terpecah belah dan saling bunuh satu sama lain, hingga musuh-musuh Islam berkeinginan untuk menguasai Islam dan muslimin, rahmat apa yang diperoleh oleh para imam ma'shum???

Kok...???
Bingung??? ya???

Syiah Imamiyyah menuduh Imam Ali mengkhianati ummat???

Kebingungan keduapuluh dua...
Ketika Imam Ali menjadi khalifah, mengapa beliau tidak menyelisihi para khulafaur rasyidin sebelum beliau??
Beliau tidak mengingkari salah satu dari mereka.  Bahkan beliau menyatakan dengan tegas diatas mimbar Kufah,: "Orang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakr dan Umar."
Beliau tidak mengeluarkan untuk manusia Al-Qur'an (mush-haf Fathimah).
Beliau tidak mensyariatkan mut'ah.
Beliau tidak mengembalikan tanah Fadak kepada ahli warits Fathimah.
Beliau tidak mewajibkan haji tamattu'
Beliau tidak mengumumkan tambahan lafadz: Hayya 'Ala Khairil 'Amal pada adzan.
Beliau tidak menghapus lafadz: Ash-Sholaatu Khoirun Minan Naum.
Jika Abu Bakr dan Umar -semoga Alloh meridhai keduanya- kafir, dan telah merampas kekhilafahan darinya -sebagaimana yang mereka yakini- mengapa Imam Ali tidak menjelaskannya??? Padahal beliau saat itu memiliki kekuasaan.
Akan tetapi yang kita temukan sebaliknya, beliau memuji keduanya.
Maka hendaknya kita dan juga Syiah Imamiyyah merasa cukup dengan apa yang dilakukan oleh Imam Ali bin Abi Thalib.  Kalau ga begitu, sama saja menuduh Imam Ali berkhianat kepada ummat, karena tidak menjelaskan perkara yang sebenarnya. Ga mungkin lah Imam Ali berkhianat...!!!

Bingung ???

Syiah Imamiyyah menempatkan Imamnya pada posisi yang sulit!!


Kebingungan keduapuluh satu...
Jika Imam Ali bin Abi Thalib -semoga Alloh meridhainya- mengetahui bahwa ia dijadikan Imam ataupun Khalifah oleh Alloh ta'ala, mengapa dia malah berbaiat kepada Abu Bakr, kemudian Umar, lalu Utsman?? -semoga Alloh meridhai mereka-
Jika Syiah Imamiyyah beralasan: "Pada saat itu Imam Ali lemah"
Jawab: "Ah yang bener?? Orang lemahkan tidak pantas jadi imam, imam hanya untuk orang yang mampu menanggung bebannya!"
Jika Syiah Imamiyyah berkata: "Imam Ali mampu tapi tidak melakukannya."
Jawab: "Ga mungkin deh, itukan sama saja khiyanat, pengkhianat tidak pantas jadi Imam!!"
Kalau gitu kenapa dong Imam Ali kok ga berbuat sesuatu sih???
Apalagi kalau Syiah Imamiyyah mengatakan kalau Imam Ali bertaqiyyah, ga mungkin banget deh... dalam masalah yang telah Alloh tetapkan untuknya kok malah bertaqiyyah (menyembunyikan hakekat, menampakkan sebaliknya)???

Kalau gitu kesimpulannya???

Bingung lagi???

Jumat, 31 Desember 2010

Menyekutukan Alloh dalam nama mereka.

Kebingungan keduapuluh...
Penghambaan hanyalah ditujukan kepada Alloh ta'ala semata, sebagaimana firman Alloh dalam surat Az-Zumar ayat 66:
"Karena itu, maka hendaklah Alloh saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur."
Akan tetapi banyak sekali orang Syiah Imamiyyah yang menghambakan namanya untuk selain Alloh, bukan hanya orang awamnya, ulamanya juga sama.
Diantaranya nama: Abdul Husain, Abdu Ali, Abduz Zahra, Abdul Imam, Abdun Nabi dan lain sebagainya.
Dan kita tidak menemukan Imam-Imam mereka yang dua belas memberi nama anak-anaknya dengan nama demikian.
Apakah tepat kalau diselewengkan maknanya menjadi pembantu???
Bagaimana bisa menjadi pembantu orang yang telah wafat dan telah dikuburkan???  Apakah mereka menyiapkan makan minum bagi orang yang telah dikubur???

Jelas ini menyelisihi tauhid ubudiyyah yang sangat besar dosanya...!!!

Tapi Ulama mereka ada yang bernama Abdul Husain Musawi, pengarang buku yang menghujat Abu Hurairah -semoga Alloh meridhai Abu Hurairah-

Bingung dull...???

Ghadir Khum???

Kebingungan kesembilan belas...
Kisah Ghadir Khum memang terjadi, yang intinya adalah mengingatkan kepada ummat ini agar mencintai Ali bin Abi Thalib dan melindunginya.
Akan tetapi Syiah Imamiyyah memahaminya dengan pemahaman yang jauh berbeda, mereka menyatakan bahwa kisah Ghadir Khum adalah washiyat Nabi kepada ribuan shahabatnya (yang bersama beliau pulang dari haji wada' kemudian berhenti di daerah yang namanya Ghadir Khum) untuk menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai wali/imam pengganti setelah Rasululloh wafat.

Ada kejanggalan, apabila memang terjadi sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, mengapa Ali bin Abi Thalib tidak menuntut kepada Abu Bakr?  Begitu juga ribuan orang yang menghadiri Ghadir Khum tidak ada yang marah atau mengingatkan kepada Abu Bakr.
Bahkan sebagian shahabat yang tidak dikafirkan Syiah Imamiyyah juga tidak menuntut, seperti Ammar bin Yaasir atau al-Miqdaad bin 'Amr atau Salman al-Faarisi -semoga Alloh meridhai mereka-

Apakah karena mereka takut kepada Abu Bakr??? padahal Abu bakr berasal dari Bani Taim, kabilah yang lemah dan sedikit jumlahnya.
Ataukah karena memang kejadian Ghadir Khum tidak sebagaimana yang dipahami Syiah Imamiyyah???
Bukankah Imam Ali bin Abi Thalib orang yang kuat, pemberani, berasal dari Bani Hasyim, kabilah yang terhormat lagi kuat????
Lihat foto ghadir khum di sini
Bingung bosss???
SYI'AH MEMBINGUNGKAN | Mau Jadi Syi'ah Bingung dulu..., Udah Jadi Syi'ah Malah Tambah Bingung | website : www.syi'ahbingung.blogspot.com |