Kebingungan keenambelas...
Pengikut Syiah Imamiyyah sangat anti memberi nama anaknya dengan nama para shahabat Nabi, terutama dua khalifah terdahulu (Abu Bakr dan Umar). Karena Syiah Imamiyyah meyakini mereka telah kafir, murtad, dzhalim dan lainnya.
Akan tetapi...sedulur kabeh... ternyata nama-nama perawi mereka di kitab paling shahih menurut mereka yaitu kitab Al-Kaafi karya al-Kulaini banyak yang bernama Umar atau bin Umar. Bukankah perawi hadits adalah orang yang terpercaya lagi shalih menurut ulama haditsnya???
Kita lihat pada juz pertama dalam kitab al-Kaafi terdapat nama-nama perawi hadits dari Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa aalihi wasallam- juga yang meriwayatkan dari Ahlul Bayt, diantara nama-nama tersebut adalah:
Mufadh-dhal bin Umar, Ahmad bin Umar al-Halabiy, Umar bin Abaan, Umar bin Udzainah, Umar bin Abdil Aziiz, Ibrahim bin Umar, Umar bin Handzholah, Musa bin Umar, al-Abbas bin Umar
Seluruhnya bernama Umar atau nama ayahnya adalah Umar.
Bagaimana ini...??? Bingung ???
Mau jadi syiah, bingung dulu... Udah jadi syiah, tambah bingung... Piye to yaaa...????????????????
Tampilkan postingan dengan label al-kaafi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-kaafi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Desember 2010
Para Imam Syiah mati bunuh diri???
Kebingungan ketigabelas...
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)
Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.
Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???
Bingung too..??
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)
Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.
Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???
Bingung too..??
Langganan:
Postingan (Atom)

