Kebingungan keenambelas...
Pengikut Syiah Imamiyyah sangat anti memberi nama anaknya dengan nama para shahabat Nabi, terutama dua khalifah terdahulu (Abu Bakr dan Umar). Karena Syiah Imamiyyah meyakini mereka telah kafir, murtad, dzhalim dan lainnya.
Akan tetapi...sedulur kabeh... ternyata nama-nama perawi mereka di kitab paling shahih menurut mereka yaitu kitab Al-Kaafi karya al-Kulaini banyak yang bernama Umar atau bin Umar. Bukankah perawi hadits adalah orang yang terpercaya lagi shalih menurut ulama haditsnya???
Kita lihat pada juz pertama dalam kitab al-Kaafi terdapat nama-nama perawi hadits dari Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa aalihi wasallam- juga yang meriwayatkan dari Ahlul Bayt, diantara nama-nama tersebut adalah:
Mufadh-dhal bin Umar, Ahmad bin Umar al-Halabiy, Umar bin Abaan, Umar bin Udzainah, Umar bin Abdil Aziiz, Ibrahim bin Umar, Umar bin Handzholah, Musa bin Umar, al-Abbas bin Umar
Seluruhnya bernama Umar atau nama ayahnya adalah Umar.
Bagaimana ini...??? Bingung ???
Mau jadi syiah, bingung dulu... Udah jadi syiah, tambah bingung... Piye to yaaa...????????????????
Tampilkan postingan dengan label khalifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khalifah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Desember 2010
Kamis, 30 Desember 2010
Lho.. kok??? Imam Ali menolak ketetapan dari Alloh ta'ala???
Kebingungan kesepuluh...
Menurut Syiah Imamiyyah, Imamah (penunjukan Imam) adalah dari sisi Alloh ta'ala sebagaimana pernah saya baca dalam kitab rujukan mereka menyatakan: "al-Imaamatu manshibun Ilahiyyun" Imamah adalah ketetapan dari sisi Alloh.
Akan tetapi dalam kitab rujukan mereka yang lain, yang merupakan kitab rujukan yang diakui oleh mereka yaitu kitab Nahjul Balaghah, menyebutkan bahwa Imam Ali menolak imamah, piye too???
Imam Ali berkata ketika akan diangkat menjadi khalifah/imam: "Da'uuniy wal tamisuu ghairiy" (Tinggalkan aku, dan carilah selainku)
Padahal kan udah ditunjuk, kok ga mau ya???
Padahal udah ketetapan Ilahiy, kok nolak ya???
Kok malah menyetujui kekhalifahan Abu Bakr, Umar, Utsman -semoga Alloh meridhai mereka semua- ya???
Menolak perintah Alloh ta'ala, tetapi malah menyetujui dan membantu kekufuran, kedzaliman, kefasikan???
Kayaknya ga mungkin deh Imam Ali seperti itu, tapi di kitab rujukan mereka ada... bingung lagi.. bingung lagi dah... ?????
Menurut Syiah Imamiyyah, Imamah (penunjukan Imam) adalah dari sisi Alloh ta'ala sebagaimana pernah saya baca dalam kitab rujukan mereka menyatakan: "al-Imaamatu manshibun Ilahiyyun" Imamah adalah ketetapan dari sisi Alloh.
Akan tetapi dalam kitab rujukan mereka yang lain, yang merupakan kitab rujukan yang diakui oleh mereka yaitu kitab Nahjul Balaghah, menyebutkan bahwa Imam Ali menolak imamah, piye too???
Imam Ali berkata ketika akan diangkat menjadi khalifah/imam: "Da'uuniy wal tamisuu ghairiy" (Tinggalkan aku, dan carilah selainku)
Padahal kan udah ditunjuk, kok ga mau ya???
Padahal udah ketetapan Ilahiy, kok nolak ya???
Kok malah menyetujui kekhalifahan Abu Bakr, Umar, Utsman -semoga Alloh meridhai mereka semua- ya???
Menolak perintah Alloh ta'ala, tetapi malah menyetujui dan membantu kekufuran, kedzaliman, kefasikan???
Kayaknya ga mungkin deh Imam Ali seperti itu, tapi di kitab rujukan mereka ada... bingung lagi.. bingung lagi dah... ?????
Mengapa hanya dari keturunan al-Husain saja?
Kebingungan kelima...
Syiah imamiyyah meyakini 12 imam ma'shum keturunan Ali bin Abi Thalib, mereka adalah para imam ma'shum yang terjaga dari dosa (kecil maupun besar), salah, lupa karena mereka adalah rujukan agama syiah.
Mereka adalah:
Imam pertama: Ali bin Abi Thalib
Imam kedua: Al-Hasan putra Ali bin Abi Thalib
Imam ketiga: Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib
Imam keempat: Ali putra Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib
Imam kelima: Muhammad putra Ali putra Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
Imam keenam: Ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam ketujuh: Musa putra Ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam kedelapan: Ali putra Musa putra ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam kesembilan: Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam kesepuluh: Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam kesebelas: Hasan putra Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam keduabelas: Muhammad bin Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Kalau diperhatikan, seluruh imam dari cucu Ali bin Abi Thalib diambil dari keturunan Al-Husain semua. Kok tidak ada keturunan Al-Hasan yang jadi imam ya? Padahal al-Hasan juga punya tiga putra yaitu: Abu Bakr, Umar dan al-Hasan
Apakah karena istri Al-Husain adalah putri dari raja Persia (Anusyarwan)??
Apakah karena Al-Hasan memutuskan menyerahkan kekuasaan kepada Mu'awiyyah bin Abi Suyfan??? Hingga terkenal tahun terjadinya peristiwa itu menjadi "Aamul Jama'ah" (Tahun Persatuan)
Bukankah Al-Hasan lebih mulia dan senior dari Al-Husain???
Bingung lagi niih...!!!
Syiah imamiyyah meyakini 12 imam ma'shum keturunan Ali bin Abi Thalib, mereka adalah para imam ma'shum yang terjaga dari dosa (kecil maupun besar), salah, lupa karena mereka adalah rujukan agama syiah.
Mereka adalah:
Imam pertama: Ali bin Abi Thalib
Imam kedua: Al-Hasan putra Ali bin Abi Thalib
Imam ketiga: Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib
Imam keempat: Ali putra Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib
Imam kelima: Muhammad putra Ali putra Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
Imam keenam: Ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam ketujuh: Musa putra Ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam kedelapan: Ali putra Musa putra ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam kesembilan: Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam kesepuluh: Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam kesebelas: Hasan putra Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam keduabelas: Muhammad bin Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Kalau diperhatikan, seluruh imam dari cucu Ali bin Abi Thalib diambil dari keturunan Al-Husain semua. Kok tidak ada keturunan Al-Hasan yang jadi imam ya? Padahal al-Hasan juga punya tiga putra yaitu: Abu Bakr, Umar dan al-Hasan
Apakah karena istri Al-Husain adalah putri dari raja Persia (Anusyarwan)??
Apakah karena Al-Hasan memutuskan menyerahkan kekuasaan kepada Mu'awiyyah bin Abi Suyfan??? Hingga terkenal tahun terjadinya peristiwa itu menjadi "Aamul Jama'ah" (Tahun Persatuan)
Bukankah Al-Hasan lebih mulia dan senior dari Al-Husain???
Bingung lagi niih...!!!
Rabu, 29 Desember 2010
Bukankah pembunuh Umar bin al-Khattab adalah seorang Majusi?
![]() |
| Makam Abu Lu'luah Al-Majusi dibangun megah |
Kebingunganku yang ketiga...
Umar bin al-Khattab dibunuh oleh Abu Lu'luah al-Majusi al-Farisi budak milik al-Mughirah dengan enam luka tusukan, kemudian Abu Lu'luah bunuh diri setelah menusuk beberapa orang yang sedang shalat shubuh bersama Umar bin al-Khattab.
Bahkan ketika Umar mengetahui lukanya sulit disembuhkan beliau berkata: "Segala puji bagi Alloh, yang telah menjadikan pembunuhku orang yang belum pernah sujud kepada Alloh walaupun sekali"
Tapi mengapa orang-orang syiah menjadikan kuburan Abu Lu'luah tempat ziarah yang dinyatakan terkabul doa orang yang berdoa di sana?
![]() |
| Mereka berdoa di samping makam Abu Lu'luah |
Mengapa orang-orang syiah memberi gelar kepada orang yang mati bunuh diri plus mati dalam kekafiran (beragama Majusi "penyembah api") "BABA SYUJA'UD DIIN" (Bapak Pahlawan Agama)??
Mengapa orang-orang syaih berdoa agar kelak dikumpulkan dengan Abu Lu'luah yang sudah pasti kafir (kekal di neraka)???
Bingung... aku..!!!
Label:
abu bakr,
abu lu'luah al-majusi,
ahl bayt,
al-farisi,
baba syuaja'ud diin,
dikafirkan,
ijabi,
irak,
ja'fari,
khalifah,
madzhab,
pembunuh umar,
shanamay quraisy,
syiah,
umar
Mengapa mereka mencela orang yang paling berjasa kepadanya?
Kebingunganku yang kedua..
Bukankah Irak (termasuk Iran-Persia) diislamkan oleh Abu Bakr dan disempurnakan oleh Umar bin al-Khatthab?
Dimana Abu Bakr di tahun kedua kekhalifahannya menunjuk Khalid bin al-Waliid sebagai pemimpin pasukan untuk menaklukan Irak (Persia dan sekitarnya) serta membebaskan rakyatnya dari cengkeraman agama Majusi menuju kemuliaan Islam, kemudian usaha beliau dilanjutkan oleh khalifah penerusnya, Umar bin al-Khattab hingga mampu menaklukan serta mengislamkan Irak (kerajaan Persia) seluruhnya.
Bukankah mereka berdua yang menjadi perantara keislaman penduduk Irak (Iran termasuk di dalamnya)?
Bukankah nikmat Islam adalah nikmat terbesar?
Tapi mengapa mereka begitu getol mencela bahkan mengkafirkannya bahkan memiliki doa khusus dalam rangka melaknat beliau berdua (Doa Shanamay Quraisy / Doa dua berhala Quraisy)?
Bingung..bingung ku memikirnya...????
Langganan:
Postingan (Atom)



