Kebingungan keduapuluh empat...
Syiah Imamiyyah meyakini Muawiyah -semoga Alloh meridhainya- telah kafir.
Kemudian kita tahu bahwa al-Hasan (Imam Ma'shum kedua setelah Imam Ali) menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah, hal ini tentu saja menyelisihi kema'shuman beliau.
Jadi, Imam al-Hasan tidak ma'shum atau Muawiyah seorang muslim yag diridhoi oleh Imam al-Hasan???
Bingung ????
Mau jadi syiah, bingung dulu... Udah jadi syiah, tambah bingung... Piye to yaaa...????????????????
Tampilkan postingan dengan label ahlul bayt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahlul bayt. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Januari 2011
Jumat, 31 Desember 2010
Imam Ali dan Imam al-Husain melarang perayaan Asyura!!!
Kebingungan ketujuh belas...
Sudah bukan rahasia lagi, pengikut Syiah Imamiyyah merayakan Asyura (terbunuhnya Imam al-Husain asy-Syahiid) pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya.
Diantara bentuk perayaan itu adalah dengan menyakiti badan, dengan benda tajam, atau dengan memukul pipi, memukul dada dan ada juga yang dengan berjalan diatas bara.
Yang bikin gumun bin heran, ternyata Imam Ali dan Imam al-Husain (yang dirayakan kesyahidannya) melarang hal itu. Masa... ??? Ga percaya...???
Kita lihat dalam Nahjul Balaghah, Imam Ali berkata:
"Barangsiapa memukulkan tangannya ke pahanya ketika tertimpa musibah, maka sungguh terhapus amalnya"
Dalam kitab Muntahal Amaal berbahasa Persia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab, al-Husain berkata kepada saudarinya, Zainab di Karbala:
"Wahai saudariku, bersumpahlah atas nama Alloh hendaknya engkau jaga sumpah ini, jika aku terbunuh, maka janganlah engkau merobek kerah bajumu, jangan mencakar wajahmu dengan kuku, janganlah engkau menyeru kebinasaan dan kehancura atas syahidnya diriku."
Tapi syiah hari ini...???
Bahkan di Indonesia sudah mulai melanggar larangan Imam mereka yang lebih utama untuk diikuti... dengan memukul-mukul dada... sambil membaca syair-syair tentang al-Husain asy-Syahiid!!!
Ajaran siapa yang mereka ikuti??? Apakah mereka mengikuti ajaran Ahlul Bayt???
Bingung inyong, priben kiye laah...!!!
Sudah bukan rahasia lagi, pengikut Syiah Imamiyyah merayakan Asyura (terbunuhnya Imam al-Husain asy-Syahiid) pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya.
Diantara bentuk perayaan itu adalah dengan menyakiti badan, dengan benda tajam, atau dengan memukul pipi, memukul dada dan ada juga yang dengan berjalan diatas bara.
Yang bikin gumun bin heran, ternyata Imam Ali dan Imam al-Husain (yang dirayakan kesyahidannya) melarang hal itu. Masa... ??? Ga percaya...???
Kita lihat dalam Nahjul Balaghah, Imam Ali berkata:
"Barangsiapa memukulkan tangannya ke pahanya ketika tertimpa musibah, maka sungguh terhapus amalnya"
Dalam kitab Muntahal Amaal berbahasa Persia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab, al-Husain berkata kepada saudarinya, Zainab di Karbala:
"Wahai saudariku, bersumpahlah atas nama Alloh hendaknya engkau jaga sumpah ini, jika aku terbunuh, maka janganlah engkau merobek kerah bajumu, jangan mencakar wajahmu dengan kuku, janganlah engkau menyeru kebinasaan dan kehancura atas syahidnya diriku."
Tapi syiah hari ini...???
Bahkan di Indonesia sudah mulai melanggar larangan Imam mereka yang lebih utama untuk diikuti... dengan memukul-mukul dada... sambil membaca syair-syair tentang al-Husain asy-Syahiid!!!
Ajaran siapa yang mereka ikuti??? Apakah mereka mengikuti ajaran Ahlul Bayt???
Bingung inyong, priben kiye laah...!!!
Para Imam Syiah mati bunuh diri???
Kebingungan ketigabelas...
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)
Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.
Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???
Bingung too..??
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)
Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.
Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???
Bingung too..??
Kamis, 30 Desember 2010
Mereka saling menyambung kekerabatan, Syiah memutusnya..! Tega beneer...!!!
Kebingungan keduabelas...
Kita semua tahu, bahwa para shahabat Nabi saling menyambung kekerabatan dengan Ahlul Bayt Nabi, Nabi pun menyambungnya. Dengan saling berbesan, menikahi dan menikahkan.
Nabi menikahi putri Abu Bakr, 'Aisyah.
Nabi menikahi putri Umar bin al-Khatthab, Hafshah
Nabi menikahkan kedua putri beliau (Ruqayyah dan Ummu Kulstuum) dengan Utsman bin Affan
Langkah beliau pun diikuti menantunya, Ali bin Abi Thalib menikahkan putrinya dengan Umar bin al-Khatthab.
Putra Utsman bin Affan menikah dengan cucu Ja'far bin Abi Thalib: Abaan bin Utsman menikah dengan Ummu Kultsuum putri Abdillah bin Ja'far bin Abi Thalib
Kemudian paling tidak ada tiga cucu Utsman bin Affan menikah dengan cucu Ali bin Abi Thalib, yaitu:
1. Marwan bin Abaan bin Utsman bin Affan menikah dengan Ummul Qaasim putri al-Hasan bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Zaid bin 'Amru bin Utsman menikah dengan Sukainah putri al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.
3. Abdulloh bin 'Amru bin Utsman bin Affan menikah dengan Fathimah (ash-Shughra) putri al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
Cukuplah perbesanan para khalifah sebagai bukti bahwa mereka saling mencintai. Shahabat yang lain juga saling menjalin perbesanan dengan ahlul bayt Nabi.
Sebagaimana kita, mereka juga memilihkan pasangan hidup, suami atau istri bagi putra-putrinya dengan orang yang mereka percayai dan yakini keshalihannya. Tidaklah mungkin kita menyerahkan putra-putri kita ke tangan musuh-musuh kita atau orang yang kafir, dzalim. Tentu kita kan dituduh sebagai orang tua yang kejam dan dzalim jika melakukannya.
Tapi mengapa Syiah Imamiyyah menuduh bahwa para shahabat Nabi bermusuhan dengan Ahlul Bayt??
Menuduh Shahabat Nabi telah murtad???
Siapa yag lebih memahami para shahabat Nabi??? Ahlul Bayt (yang menikahkan putrinya dengan shahabat Nabi) ataukah Syiah Imamiyyah???
Semakin ragu saja saya dengan Syiah Imamiyyah!!
Ahlul Bayt menyambung kekerabatan dengan perbesanan, Syiah Imamiyyah memutuskan kekerabatan itu dengan tuduhan permusuhan dan kekafiran.... bingung aku...??? sampeyan bingung juga????
Kita semua tahu, bahwa para shahabat Nabi saling menyambung kekerabatan dengan Ahlul Bayt Nabi, Nabi pun menyambungnya. Dengan saling berbesan, menikahi dan menikahkan.
Nabi menikahi putri Abu Bakr, 'Aisyah.
Nabi menikahi putri Umar bin al-Khatthab, Hafshah
Nabi menikahkan kedua putri beliau (Ruqayyah dan Ummu Kulstuum) dengan Utsman bin Affan
Langkah beliau pun diikuti menantunya, Ali bin Abi Thalib menikahkan putrinya dengan Umar bin al-Khatthab.
Putra Utsman bin Affan menikah dengan cucu Ja'far bin Abi Thalib: Abaan bin Utsman menikah dengan Ummu Kultsuum putri Abdillah bin Ja'far bin Abi Thalib
Kemudian paling tidak ada tiga cucu Utsman bin Affan menikah dengan cucu Ali bin Abi Thalib, yaitu:
1. Marwan bin Abaan bin Utsman bin Affan menikah dengan Ummul Qaasim putri al-Hasan bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Zaid bin 'Amru bin Utsman menikah dengan Sukainah putri al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.
3. Abdulloh bin 'Amru bin Utsman bin Affan menikah dengan Fathimah (ash-Shughra) putri al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
Cukuplah perbesanan para khalifah sebagai bukti bahwa mereka saling mencintai. Shahabat yang lain juga saling menjalin perbesanan dengan ahlul bayt Nabi.
Sebagaimana kita, mereka juga memilihkan pasangan hidup, suami atau istri bagi putra-putrinya dengan orang yang mereka percayai dan yakini keshalihannya. Tidaklah mungkin kita menyerahkan putra-putri kita ke tangan musuh-musuh kita atau orang yang kafir, dzalim. Tentu kita kan dituduh sebagai orang tua yang kejam dan dzalim jika melakukannya.
Tapi mengapa Syiah Imamiyyah menuduh bahwa para shahabat Nabi bermusuhan dengan Ahlul Bayt??
Menuduh Shahabat Nabi telah murtad???
Siapa yag lebih memahami para shahabat Nabi??? Ahlul Bayt (yang menikahkan putrinya dengan shahabat Nabi) ataukah Syiah Imamiyyah???
Semakin ragu saja saya dengan Syiah Imamiyyah!!
Ahlul Bayt menyambung kekerabatan dengan perbesanan, Syiah Imamiyyah memutuskan kekerabatan itu dengan tuduhan permusuhan dan kekafiran.... bingung aku...??? sampeyan bingung juga????
Label:
ahlul bayt,
bingung,
Imam Ali,
kedua belas,
kekerabatan,
pasangan hidup,
perbesanan,
ruqayyah,
sukainah,
ummu kultsuum,
ummul qaasim,
utsman bin affan
Imam Ali bin Abi Thalib kok membantu kedzaliman? Na'udzubillah!
Kebingungan kedelapan...
Syiah Imamiyyah meyakini bahwa Abu Bakr dan Umar bin al-Khatthab telah kafir, dzalim, fasiq dan berbagai keburukan lainnya karena merampas kekhalifahan dari Imam Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib (yang diklaim sebagai imam pertama syiah imamiyyah) berbaiat kepada keduanya, mengakui kekhalifahan keduanya, tidak memberontak kepada keduanya, taat kepada keduanya.
Kalau begitu, imam Ali bin Abi Thalib membantu mereka berdua dalam kedzaliman?? membantu mereka berdua dalam kekufuran?? membantu mereka berdua dalam kefasikan?? Padahal Imam Ali ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa).
Ataukah memang kedua khalifah terdahulu adalah orang yang benar, mu'min, shalih, amanah, sehingga Imam Ali bin Abi Thalib mengakui kekhalifahannya, berbaiat kepada keduanya, membantu keduanya???
Bahkan ketika Khalifah Umar bin al-Khatthab safar ke Syam untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis, beliau menunjuk Imam Ali bin Abi Thalib sebagai wakil di Madinah, menggantikan sementara posisi amirul mu'minin selama beberapa bulan. Mengapa Imam Ali bin Abi Thalib mau mewakili posisi orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah??? Berarti semakin jelas bantuan Imam Ali bin Abi Thalib kepada orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah!!!
Imam pertama dan utama berbuat seperti itu, bingung deh... bingung...
Ataukah karena kedua khalifah tersebut benar?? karena dibenarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kan???
Kalau begitu sebaiknya Syiah Imamiyyah (yang mengklaim pengikut ahlul bayt) ikut Imam Ali bin Abi Thalib aja, mengakui kekhalifahan mereka berdua... mau??? bingung ya..???
Syiah Imamiyyah meyakini bahwa Abu Bakr dan Umar bin al-Khatthab telah kafir, dzalim, fasiq dan berbagai keburukan lainnya karena merampas kekhalifahan dari Imam Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib (yang diklaim sebagai imam pertama syiah imamiyyah) berbaiat kepada keduanya, mengakui kekhalifahan keduanya, tidak memberontak kepada keduanya, taat kepada keduanya.
Kalau begitu, imam Ali bin Abi Thalib membantu mereka berdua dalam kedzaliman?? membantu mereka berdua dalam kekufuran?? membantu mereka berdua dalam kefasikan?? Padahal Imam Ali ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa).
Ataukah memang kedua khalifah terdahulu adalah orang yang benar, mu'min, shalih, amanah, sehingga Imam Ali bin Abi Thalib mengakui kekhalifahannya, berbaiat kepada keduanya, membantu keduanya???
Bahkan ketika Khalifah Umar bin al-Khatthab safar ke Syam untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis, beliau menunjuk Imam Ali bin Abi Thalib sebagai wakil di Madinah, menggantikan sementara posisi amirul mu'minin selama beberapa bulan. Mengapa Imam Ali bin Abi Thalib mau mewakili posisi orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah??? Berarti semakin jelas bantuan Imam Ali bin Abi Thalib kepada orang yang dikafirkan Syiah Imamiyyah!!!
Imam pertama dan utama berbuat seperti itu, bingung deh... bingung...
Ataukah karena kedua khalifah tersebut benar?? karena dibenarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kan???
Kalau begitu sebaiknya Syiah Imamiyyah (yang mengklaim pengikut ahlul bayt) ikut Imam Ali bin Abi Thalib aja, mengakui kekhalifahan mereka berdua... mau??? bingung ya..???
Langganan:
Postingan (Atom)



