Tampilkan postingan dengan label ahl bayt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahl bayt. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Desember 2010

Para Imam Syiah mati bunuh diri???

Kebingungan ketigabelas...
Dalam kitab al-Kaafi karya al-Kulaini (kitab yang paling utama dan shahih bagi syiah imamiyyah, sebagaimana kedudukan shahih Bukhari bagi ahlis sunnah), disebutkan sifat para imam mereka:
"Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan bahwa mereka tidaklah mati kecuali dengan kehendak pilihan mereka sendiri." (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 258)
al-Kulaini juga menyebutkan:
"Mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada yag tersamar bagi imam sesuatupun" (Ushulul Kaafi: juz 1 halaman 260)
Kemudian dalam kitab rujukan utama yang lain, Biharul Anwar karya al-Majlisi menyebutkan hadits:
"Tidak ada seorang imam-pun kecuali mati dibunuh atau diracun." (Bihaarul Anwar: juz 43 halaman 364)

Jika para imam mengetahui perkara ghaib ("tidak tersamar bagi imam sesuatupun")niscaya mereka tahu ketika disuguhkan makanan dan minuman beracun, kalau mereka mengetahuinya dan tetap memakan atau meminum makanan dan minuman beracun tersebut, tentu saja itu adalah tindakan bunuh diri yang diharamkan syariat. Dan Nabi -shallallohu alaihi wa aalihi wasallama- menyatakan bahwa orang yang mati bunuh diri tempatnya di neraka.

Imam kok mati bunuh diri???
Imam ma'shum kok jadi ahli neraka???
Imam ma'shum (yang terjaga dari dosa, salah dan lupa) kok berbuat dosa besar???

Bingung too..??

Kamis, 30 Desember 2010

Menantu Imam Ali bin Abi Thalib dikafirkan?

Kebingungan ketujuh...
Syiah imamiyyah meyakini bahwa Imam Ali adalah orang yang ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa -sebagaimana anggapan mereka-) sebagaimana imam-imam mereka yang lain.
Mereka juga meyakini bahwa Umar bin al-Khatthab telah murtad, kafir, dzhalim dan seluruh celaan tertuju padanya.
Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib telah menikahkan puteri hasil pernikahannya dengan Fathimah az-Zahra yaitu Ummu Kultsuum (saudari kandung al-Hasan dan al-Husain) dengan Umar bin al-Khatthab.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentunya akan memilihkan jodoh yang terbaik untuk putrinya, seorang ayah yang baik tentu akan menyerahkan putrinya kepada orang yang shalih.
Karena putrinya adalah kehormatannya, tentu hanya akan diserahkan kepada orang yang terhormat dimatanya.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentu akan mempertahankan mati-matian kehormatannya, apalagi kehormatan putrinya.
Tentu kita tidak menghendaki putri kita diperistri Fir'aun, atau diperistri syaithan yang jelas-jelas kafir.  Walaupun dipaksa, tentu kita akan mengorbankan nyawa kita untuk mempertahankan kehormatan putri kita sendiri.
Kalau begitu jadi bingung dengan orang syiah (yang katanya cinta ahlul bayt, pengikut ahlul bayt) mengapa mereka mencela, mengkafirkan menantu Imam pertama mereka sendiri??
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan orang yang dipercaya untuk menjaga kehormatan Imamnya????
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan menantu pilihan imamnya sendiri????
Mengapa ?? Mengapa ?? Mengapa ???  Bingung lagi... bingung lagi...

Mengapa hanya dari keturunan al-Husain saja?

Kebingungan kelima...
Syiah imamiyyah meyakini 12 imam ma'shum keturunan Ali bin Abi Thalib, mereka adalah para imam ma'shum yang terjaga dari dosa (kecil maupun besar), salah, lupa karena mereka adalah rujukan agama syiah.
Mereka adalah:
Imam pertama: Ali bin Abi Thalib
Imam kedua: Al-Hasan putra Ali bin Abi Thalib
Imam ketiga: Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib
Imam keempat: Ali putra Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib
Imam kelima: Muhammad putra Ali putra Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
Imam keenam: Ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam ketujuh: Musa putra Ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam kedelapan: Ali putra Musa putra ja'far putra Muhammad putra Ali putra Al-Husain
Imam kesembilan: Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam kesepuluh: Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam kesebelas: Hasan putra Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain
Imam keduabelas: Muhammad bin Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain

Kalau diperhatikan, seluruh imam dari cucu Ali bin Abi Thalib diambil dari keturunan Al-Husain semua.  Kok tidak ada keturunan Al-Hasan yang jadi imam ya? Padahal al-Hasan juga punya tiga putra yaitu: Abu Bakr, Umar dan al-Hasan
Apakah karena istri Al-Husain adalah putri dari raja Persia (Anusyarwan)??
Apakah karena Al-Hasan memutuskan menyerahkan kekuasaan kepada Mu'awiyyah bin Abi Suyfan??? Hingga terkenal tahun terjadinya peristiwa itu menjadi "Aamul Jama'ah" (Tahun Persatuan)
Bukankah Al-Hasan lebih mulia dan senior dari Al-Husain???

Bingung lagi niih...!!!

Rabu, 29 Desember 2010

Mencela dan mengkafirkan ibunda sendiri?

Kebingungan keempat...
Alloh ta'ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 6: "Dan Nabi itu lebih berhak untuk dicintai kaum mu'minin daripada diri mereka sendiri, sedangkan istri-istri beliau adalah ibunda mereka (kaum mu'minin)."
Pada ayat ini dengan jelas Alloh menegaskan bahwa istri nabi adalah ibunda kita semua (kaum mu'minin), juga orang syiah (jika mereka mengaku beriman)).
Akan tetapi orang-orang syiah biasa mencela, melaknat, mengkafirkan serta menyatakan bahwa ibunda kita berada di neraka jahannam.
Siapakah yang rela dan dengan bangga mencela ibunda sendiri?Siapakah yang rela ibundanya dituduh berzina??
Apakah Nabi shallallohu 'alaihi wa aalihi wasallama rela istri yang paling beliau cintai dituduh sebagai ibu dari segala keburukan???
Apakah kaum mu'minin rela ibundanya dihina habis-habisan????
Siapakah yang yang tega mengkafirkan ibunda sendiri?????
Ibunda yang telah Alloh nyatakan dengan tegas, bahwa beliau adalah ibunda kita, bukan pengakuan sepihak dari ibunda kita, tapi Alloh ta'ala yag langsung menyatakannya!!!

Bukankah pembunuh Umar bin al-Khattab adalah seorang Majusi?

Makam Abu Lu'luah Al-Majusi dibangun megah

Kebingunganku yang ketiga...
Umar bin al-Khattab dibunuh oleh Abu Lu'luah al-Majusi al-Farisi budak milik al-Mughirah dengan enam luka tusukan, kemudian Abu Lu'luah bunuh diri setelah menusuk beberapa orang yang sedang shalat shubuh bersama Umar bin al-Khattab.
Bahkan ketika Umar mengetahui lukanya sulit disembuhkan beliau berkata: "Segala puji bagi Alloh, yang telah menjadikan pembunuhku orang yang belum pernah sujud kepada Alloh walaupun sekali"

Tapi mengapa orang-orang syiah menjadikan kuburan Abu Lu'luah tempat ziarah yang dinyatakan terkabul doa orang yang berdoa di sana?
Mereka berdoa di samping makam Abu Lu'luah

Mengapa orang-orang syiah memberi gelar kepada orang yang mati bunuh diri plus mati dalam kekafiran (beragama Majusi "penyembah api") "BABA SYUJA'UD DIIN" (Bapak Pahlawan Agama)??
Mengapa orang-orang syaih berdoa agar kelak dikumpulkan dengan Abu Lu'luah yang sudah pasti kafir (kekal di neraka)???

Bingung... aku..!!!

Selasa, 28 Desember 2010

Bismillah kumulai ngeblog

Hari ini aku mulai menuangkan kebingunganku tentang madzhab (katanya) syiah.  Agama or madzhab siih???
SYI'AH MEMBINGUNGKAN | Mau Jadi Syi'ah Bingung dulu..., Udah Jadi Syi'ah Malah Tambah Bingung | website : www.syi'ahbingung.blogspot.com |