Kebingungan keempat belas...
Semua tahu kalau Imam al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib mengundurkan diri dari kekhalifahan dan menyerahkannya kepada Mu'awiyyah bin Abi Sufyan padahal beliau memiliki kekuatan yang besar.
Apakah Imam al-Hasan salah, karena menyerahkan kekhalifahan kepada Mu'awiyyah bin Abi Sufyan (yang dikafirkan oleh syiah imamiyyah, dikatakan dzhalim, fasiq dll) padahal saat itu beliau memiliki kekuatan untuk memerangi Muawiyyah???
Jika perbuatan Imam al-Hasan salah tentu hal itu membatalkan keimamahannya, kema'shumannya, juga membatalkan keimamahan Imam Ali bin Abi Thalib karena memberikan washiyat kepada imam yang tidak ma'shum. Sekaligus membatalkan keimamahan imam keturunan Ali bin Abi Thalib karena mereka mendapat washiyat dari imam yang tidak ma'shum (Ali bin Abi Thalib).
Lantas... siapa imam yang benar keimamahannya???
Bingung kaan???
Mau jadi syiah, bingung dulu... Udah jadi syiah, tambah bingung... Piye to yaaa...????????????????
Tampilkan postingan dengan label ma'shum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ma'shum. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Desember 2010
Kamis, 30 Desember 2010
Menantu Imam Ali bin Abi Thalib dikafirkan?
Kebingungan ketujuh...
Syiah imamiyyah meyakini bahwa Imam Ali adalah orang yang ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa -sebagaimana anggapan mereka-) sebagaimana imam-imam mereka yang lain.
Mereka juga meyakini bahwa Umar bin al-Khatthab telah murtad, kafir, dzhalim dan seluruh celaan tertuju padanya.
Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib telah menikahkan puteri hasil pernikahannya dengan Fathimah az-Zahra yaitu Ummu Kultsuum (saudari kandung al-Hasan dan al-Husain) dengan Umar bin al-Khatthab.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentunya akan memilihkan jodoh yang terbaik untuk putrinya, seorang ayah yang baik tentu akan menyerahkan putrinya kepada orang yang shalih.
Karena putrinya adalah kehormatannya, tentu hanya akan diserahkan kepada orang yang terhormat dimatanya.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentu akan mempertahankan mati-matian kehormatannya, apalagi kehormatan putrinya.
Tentu kita tidak menghendaki putri kita diperistri Fir'aun, atau diperistri syaithan yang jelas-jelas kafir. Walaupun dipaksa, tentu kita akan mengorbankan nyawa kita untuk mempertahankan kehormatan putri kita sendiri.
Kalau begitu jadi bingung dengan orang syiah (yang katanya cinta ahlul bayt, pengikut ahlul bayt) mengapa mereka mencela, mengkafirkan menantu Imam pertama mereka sendiri??
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan orang yang dipercaya untuk menjaga kehormatan Imamnya????
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan menantu pilihan imamnya sendiri????
Mengapa ?? Mengapa ?? Mengapa ??? Bingung lagi... bingung lagi...
Syiah imamiyyah meyakini bahwa Imam Ali adalah orang yang ma'shum (terjaga dari dosa, salah dan lupa -sebagaimana anggapan mereka-) sebagaimana imam-imam mereka yang lain.
Mereka juga meyakini bahwa Umar bin al-Khatthab telah murtad, kafir, dzhalim dan seluruh celaan tertuju padanya.
Akan tetapi Imam Ali bin Abi Thalib telah menikahkan puteri hasil pernikahannya dengan Fathimah az-Zahra yaitu Ummu Kultsuum (saudari kandung al-Hasan dan al-Husain) dengan Umar bin al-Khatthab.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentunya akan memilihkan jodoh yang terbaik untuk putrinya, seorang ayah yang baik tentu akan menyerahkan putrinya kepada orang yang shalih.
Karena putrinya adalah kehormatannya, tentu hanya akan diserahkan kepada orang yang terhormat dimatanya.
Seorang ayah yang baik (apalagi ma'shum) tentu akan mempertahankan mati-matian kehormatannya, apalagi kehormatan putrinya.
Tentu kita tidak menghendaki putri kita diperistri Fir'aun, atau diperistri syaithan yang jelas-jelas kafir. Walaupun dipaksa, tentu kita akan mengorbankan nyawa kita untuk mempertahankan kehormatan putri kita sendiri.
Kalau begitu jadi bingung dengan orang syiah (yang katanya cinta ahlul bayt, pengikut ahlul bayt) mengapa mereka mencela, mengkafirkan menantu Imam pertama mereka sendiri??
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan orang yang dipercaya untuk menjaga kehormatan Imamnya????
Mengapa mereka mencela dan mengkafirkan menantu pilihan imamnya sendiri????
Mengapa ?? Mengapa ?? Mengapa ??? Bingung lagi... bingung lagi...
Langganan:
Postingan (Atom)