Abu Bakr adalah nama kunyah (panggilan), nama asli beliau adalah Abdulloh bin Utsman
Orang Arab tahu mana nama, mana kunyah ataupun laqab.
Imam Ali asli orang Arab,, pasti beliau tahu itu.
Tidak ada orang memberi nama anaknya dengan nama kunyah atau laqab.
Tapi tahukah kawan???? Ternyata Imam Ali adalah orang Bani Hasyim pertama yang memberi nama anaknya dengan nama ABU BAKR.
Kalau bukan karena mengidolakan Abu Bakr, kecil kemungkinan.
Bagaimana bisa Imam Ali mngidolakan Abu Bakr, tapi orang-orang yang mengaku sebagai pengikutnya (syiahnya) malah menghadiahkan satu doa khusus yang berisi laknat terhadap idola imamnya sendiri... Yaitu doa SHONAMAY QURAISY (Dua berhala Quraisy)
Bingung to..???
Mau jadi syiah, bingung dulu... Udah jadi syiah, tambah bingung... Piye to yaaa...????????????????
Kamis, 18 Agustus 2011
Minggu, 23 Januari 2011
Imam Besar tidak pernah jadi Imam Kecil,, mengapa??
Mengapa Ali bin Abi Thalib -semoga Alloh meridhainya- tidak pernah jadi imam shalat semasa Nabi sakit hingga wafatnya? Jika memang beliau menjadi imam setelah Nabi, mengapa Nabi tidak pernah menunjuknya menjadi imam pengganti?
Bukankah menjadi imam dalam masalah yang lebih kecil (imam shalat), menjadi tanda akan imam besar???
Bingung lagi??
Bukankah menjadi imam dalam masalah yang lebih kecil (imam shalat), menjadi tanda akan imam besar???
Bingung lagi??
Selasa, 04 Januari 2011
Syiah Imamiyyah mengucilkan Imam al-Hasan.
Kebingungan keduapuluh lima...
Kita ketahui Imam al-Hasan -semoga Alloh meridhainya- adalah putra Imam Ali, ibu beliau adalah Fathimah az-Zahra -semoga Alloh meridhai mereka-. Imam al-Hasan juga termasuk Ahlul Kisa sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, beliau juga termasuk Imam yang ma'shum. Keadaannya sama seperti keadaan saudaranya (al-Husain yang lebih muda satu tahun -semoga Alloh meridhainya-).
Tetapi mengapa, imamah terputus dari keturunan al-Hasan???
Akan tetapi keturunan al-Husain yang melanjutkan keimamahan???
Padahal kedua orangtuanya sama, keduanya adalah sayyid (pemimpin pemuda ahlul jannah), bahkan al-Hasan lebih utama, karena dilahirkan lebih dahulu dari al-Husain.
Mengapa???
Bingung...???
Lihat juga ini
Kita ketahui Imam al-Hasan -semoga Alloh meridhainya- adalah putra Imam Ali, ibu beliau adalah Fathimah az-Zahra -semoga Alloh meridhai mereka-. Imam al-Hasan juga termasuk Ahlul Kisa sebagaimana pemahaman Syiah Imamiyyah, beliau juga termasuk Imam yang ma'shum. Keadaannya sama seperti keadaan saudaranya (al-Husain yang lebih muda satu tahun -semoga Alloh meridhainya-).
Tetapi mengapa, imamah terputus dari keturunan al-Hasan???
Akan tetapi keturunan al-Husain yang melanjutkan keimamahan???
Padahal kedua orangtuanya sama, keduanya adalah sayyid (pemimpin pemuda ahlul jannah), bahkan al-Hasan lebih utama, karena dilahirkan lebih dahulu dari al-Husain.
Mengapa???
Bingung...???
Lihat juga ini
Senin, 03 Januari 2011
Imam al-Hasan yang ma'shum membantu orang kafir???
Kebingungan keduapuluh empat...
Syiah Imamiyyah meyakini Muawiyah -semoga Alloh meridhainya- telah kafir.
Kemudian kita tahu bahwa al-Hasan (Imam Ma'shum kedua setelah Imam Ali) menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah, hal ini tentu saja menyelisihi kema'shuman beliau.
Jadi, Imam al-Hasan tidak ma'shum atau Muawiyah seorang muslim yag diridhoi oleh Imam al-Hasan???
Bingung ????
Syiah Imamiyyah meyakini Muawiyah -semoga Alloh meridhainya- telah kafir.
Kemudian kita tahu bahwa al-Hasan (Imam Ma'shum kedua setelah Imam Ali) menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah, hal ini tentu saja menyelisihi kema'shuman beliau.
Jadi, Imam al-Hasan tidak ma'shum atau Muawiyah seorang muslim yag diridhoi oleh Imam al-Hasan???
Bingung ????
Minggu, 02 Januari 2011
Alloh Ta'ala Menolong dan Merahmati Pemimpin Kafir???
Kebingungan keduapuluh tiga...
Syiah Imamiyyah meyakini Khulafaur Rasyidiin adalah orang-orang kafir, dzalim fasiq (selain Ali bin Abi Thalib).
Akan tetapi mengapa Alloh ta'ala membela, membantu, menolong serta merahmati kepemimpinan mereka? Sehingga mereka mampu (dengan pertolongan Alloh) memperluas wilayah negeri Islam, Islam memiliki wibawa dan kemuliaan, disegani orang-orang disekitarnya. Hingga belum pernah terjadi masa keemasan sebagaimana masa mereka.
Apakah ini sesuai dengan sunnatulloh dengan terhinakannya orang-orang kafir dan munafik?
Sebaliknya, kita lihat pada masa Imam-imam ma'shum (sebagaimana keyakinan Syiah Imamiyyah), ummat terpecah belah dan saling bunuh satu sama lain, hingga musuh-musuh Islam berkeinginan untuk menguasai Islam dan muslimin, rahmat apa yang diperoleh oleh para imam ma'shum???
Kok...???
Bingung??? ya???
Syiah Imamiyyah meyakini Khulafaur Rasyidiin adalah orang-orang kafir, dzalim fasiq (selain Ali bin Abi Thalib).
Akan tetapi mengapa Alloh ta'ala membela, membantu, menolong serta merahmati kepemimpinan mereka? Sehingga mereka mampu (dengan pertolongan Alloh) memperluas wilayah negeri Islam, Islam memiliki wibawa dan kemuliaan, disegani orang-orang disekitarnya. Hingga belum pernah terjadi masa keemasan sebagaimana masa mereka.
Apakah ini sesuai dengan sunnatulloh dengan terhinakannya orang-orang kafir dan munafik?
Sebaliknya, kita lihat pada masa Imam-imam ma'shum (sebagaimana keyakinan Syiah Imamiyyah), ummat terpecah belah dan saling bunuh satu sama lain, hingga musuh-musuh Islam berkeinginan untuk menguasai Islam dan muslimin, rahmat apa yang diperoleh oleh para imam ma'shum???
Kok...???
Bingung??? ya???
Langganan:
Postingan (Atom)
